Kamis, 11 April 2013

Menjadi Guru yang Berkualitas dalam Mewujudkan Aktivitas C-Generation


                                              Oleh: Imroatul Mufidah, S. Pd.


Memasuki awal tahun 2021, tantangan bagi dunia pendidikan amatlah berat. Para pendidik haruslah yang mampu memperbaiki cara mengajarnya dari pembelajaran dengan paradigma lama menuju baru. Sebab saat ini kita menghadapi peserta didik yang disebut Digital Native atau penduduk asli dalam dunia digital.

Dunia pendidikan yang terus berkembang juga perkembangan teknologi. Teknologi ada, bukan untuk mengganti fungsi guru, tetapi justru menjadi alat bantu guru dalam menyampaikan materi pelajarannya. Itu guru harus melek dan tidak gaptek dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasiatau yang sering kita kenal dengan singkatan ICT. Guru harus mau terus belajar menambah ketrampilan dan pengetahuannya. Mampu mengintegrasikan ICT dalam pembelajaran yang menyenangkan bagi para peserta didik. Dalam hal ini, para pendidik harus mampu memanfaatkan komputer dan internet untuk pendidikan. Oleh karena itu para guru harus segera meninggalkan budaya lama menuju budaya baru dan mengubah pola berpikirnya untuk memanfaatkan ICT untuk kemajuan pendidikan.

Kemajuan Teknologi yang begitu cepat di abad ke-21 ini telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk proses belajar mengajar. Ketika sumber informasi bisa diakses dari mana saja tanpa hambatan, para pendidik dituntut untuk memanfaatkan kemajuan tersebut untuk menemukan cara pembelajaran yang lebih efektif. Oleh sebab itu, saatnya kita harus mengucapkan selamat datang aktivitas belajar C-Generation.

Dalam aktivitas belajar C-Generation, aktivitas belajar tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Para guru dituntut untuk membangun konten-konten edukatif yang membuat para peserta didiknya menjadi kreatif. Salah satunya adalah membangun blog sebagai media pembelajaran. Di dalam blog guru it, semua penugasan, materi singkat maupun padat dituliskan di sana. Maka terjadilah diskusi dan komunikasi dua arah antara guru dan murid, di mana para murid mampu memberikan tanggapan dari apa yang dituliskan oleh para guru.

Para peserta didik akan dengan mudah mengakses dari mana pun dan kapan saja. Mereka bisa mengakses dari rumah melalui komputer , laptop atau handphone mereka. Berbagai peralatan canggih seperti ipad dannetbook mungil tentu sangat digemari mereka dalam pemanfaatannya. Dan tentunya harus tetap didampingi orang tua, sehingga terjadilah Connecting and sharing antara pendidik dan peserta didiknya di era natizen ini. Sehingga komputer tidak masuk akal hanya untuk bermain game saja, tetapi bisa kita manfaatkan sebagai media pembelajaran.

Contohnya adalah sebagian guru yang mengajar di SD Islam Sabilillah Malang. Sedikit banyak, beliau sudah membuat blog dan mengupload file-file materi pembelajaran. Dan disinilah kreativitas para guru diuji. Bila guru kreatif, maka akan ada produk pembelajaran baru yang akhirnya mampu membuat pelajaran menjadi menyenangkan untuk semua. Disamping itu sekolah SD Islam Sabilillah Malang juga sudah memiliki komputer server yang bagus, dengan kapasitas memori dan harddisk yang besar, serta mampu membuat perpustakaan online dalam bentuk internet yang terhubung ke setiap ruang kelas. Tentunya, semakin menyenangkan cara belajar seperti itu, dan terjadilah proses belajar yang di mana guru mampu mengembangkan potensi unik yang dimiliki oleh para peserta didiknya. Oleh karena itu kita sebagai pendidik harus dapat memahami gaya belajar siswa dalam aktivitas belajar C-Generaton .

Kegiatan belajar C-Generation para guru diharapkan mampu membuat materi pengayaan yang dibuat dalam bentuk jurnal online yang terhubung dengan Google Books dan memudahkan siswa dalam pencariannya. Dengan demikian, para siswa atau peserta didik tidak hanya dalam mencari informasi saja, tetapi juga meningkatkan informasi di internet.

Dalam aktivitas pembelajaran C-Generation, guru dan siswa dituntut untuk terampil dalam menulis. Dengan terampil menulis, maka akan banyak materi pembelajaran yang dibuat sesuai dengan Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD) yang diujikan dalam kurikulum. “Ingatlah menjadi guru itu harus mutakhir, harus punya laptop. Soalnya dengan modal Laptop plus koneksi internet, seorang guru bisa memperluas wawasan dan menjelajahi hal-hal baru. Dua hal itu sangat penting dimiliki untuk mencapai predikat guru profesional pada abad ke-21. ” Ujar Prof. Dr. Arief Rachman M.Pd yang tertulis dalam buku (Wijaya Kusuma, S.Pd, M. Pd.)

Akhirnya, saya ucapkan selamat datang aktivitas belajar C-Generation. Mari kita menjadikan diri kita sebagai guru yang berkualitas dan profesional dengan mencoba dan membangun Blog untuk mendukung pembelajaran. Karena metode pembelajaran yang baik dan menarik akan dapat menumbuhkan minat dan kecintaan peserta didik karena materi yang diberikan dalam suasana yang menyenangkan. Guru senang, peserta didik pun senang.

1 komentar:

  1. saya jual CD RPP kurikulum 2013 revisi terbaru 2017 dengan harga yang murah, tersedia untuk tingkat SD/MI, SMP/MTS, MSA/SMK/MA , untuk pemesan bisa hubungi WhatsApp saya 089699837501 , Untuk harga bisa di tanyakan atau kunjungi website saya www.rpp2013revisiterbaru.com | RPP Kurikulum 2013 Revisi baru

    BalasHapus