Kamis, 18 April 2013

Pembelajaran Menyenangkan "Belajar Dunia Hewan di Musium ZOOLOGI Frater Vianney""




Oleh: Imroatul Mufidah, S.Pd.
Sebanyak kurang lebih 124 siswa kelas 3 SD Islam Sabilillah Malang didampingi 8 guru pembimbing melakukan kunjungan belajar ke Museum Zoologi  Frater Vianney  Malang, pada hari Sabtu, 24 November 2012. Musium ini berada di kompleks bangunan Yayasan Mardi Wiyata yang terletak di jalan Karang Widoro Malang. Museum Zoologi Frater Vianney tidak begitu dikenal masyarakat. Padahal, tempat ini bisa menjadi rujukan utama bagi para pecinta wisata science (ilmu pengetahuan). Musium ini memiliki ratusan spesimen konkologi, ilmu hewan kerang- kerangan darat dan laut, serta herpetologi (ilmu tentang biologi ular) dalam keadaan sudah terklasifikasi lengkap.
Rombongan diterima langsung oleh ibu Denice, dengan ramah beliau menyapa siswa-siswi dari SDI sabilillah dan mempersilahkan menuju lokasi aula utama. Para siswa membentuk 3 kelompok, kelompok pertama berada di aula untuk belajar langsung bersama ibu Denice untuk mengenal hewan ular. Mereka terlihat sangat senang. Ibu Denice menunjukkan Ular Cobra yang sudah diawetkan, dan ular Piton yang masih hidup. Beliau meminta kepada siswa untuk memegang, mengamati, dan merasakan satu persatu secara bergantian. Diantara siswa ada yang terlihat ketakutan, ada yang terlihat geli, bahkan ada yang sangat berani memegang ular. “hiiii..... geli bu, perutnya bergaris-garis” kata Orva salah seorang siswa 3A. Setelah itu, siswa diberi Lembar Kerja untuk mendiskripsikan sebanyak-banyaknya ciri-ciri ular secara umum berdasarkan apa yang sudah mereka pegang, mereka amati, dan mereka rasakan.
Para siswa terlihat sangat senang, mereka berhasil menuliskan dan menyebutkan deskripsi sebanyak-banyaknya tentang ular, antara lain, memiliki kepala, memiliki sisik, memiliki mata kecil, bentuknya seperti sendok, perutnya bergaris, termasuk hewan berbisa, bergerak dengan cara melata, termasuk hewan vertebrata, dan masih banyak lagi ciri yang bisa disebutkan oleh para siswa. Dengan mengajak para siswa mengenal ular, mereka akhirnya bisa tahu bahwa ular adalah hewan yang tergolong ke dalam jenis reptil. Ular mempunyai tubuh yang panjang dan bersisik. Kita sering menganggap bahwa ular merupakan hewan berbahaya karena mempunyai bisa atau racun yang mampu membuat mahluk hidup mati bila digigit oleh ular tersebut, sehingga kita menganggap, bahwa ular memang bukan hewan yang baik untuk di pelihara. Memang rata-rata ular memiliki bisa yang berbahaya. Namun ada juga beberapa ular yang racun dan bisanya tidak berbahaya. Para siswa di sini juga mendapat ilmu bahwa bisa atau racun ular tersebut terbagi menjadi dua macam, yaitu neurotoxin dan hemotoxin. Neurotoxin adalah racun yang melumpuhkan sistem pernafasan dan merusak otak korban yang tergigit sedangkan hemotoxin adalah racun yang merusak sel-sel hingga darah menggumpal dan berujung pada kematian. Namun ada beberapa ular yang tidak memiliki bisa yang berbahaya dan bahkan tidak memiliki bisa sekalipun. Sehingga ular yang tidak berbahaya itu banyak diburu masyarakat khususnya pencinta ular untuk mereka pelihara. Namun sekarang ular menjadi tantangan sekaligus hobi tersendiri bagi masyarakat yang menyukainya.
Sementara itu, di tempat yang lain terlihat beberapa kelompok yang sedang asyik melakukan pengamatan dan didampingi oleh para pemandu. Para siswa diarahkan untuk memasuki ruang utama yang menyimpan berbagai macam koleksi yang tergolong langka. Mereka dibuat berdecak kagum dengan berbagai macam satwa yang telah diawetkan. Koleksi yang telah diawetkan tersebut ditempatkan pada masing-masing lemari dengan kaca transparan untuk memudahkan pengunjung melihat lebih dekat. Berbagai macam koleksi dipajang di almari. Mulai dari ular yang telah diawetkan dan disimpan di toples, siput-siput laut, kerang raksasa, penyu raksasa, kupu-kupu dan serangga yang ditempel di kanvas dinding sampai kepala rusa yang terpasang di dinding yang seakan-akan sedang mengawasi para siswa . Tidak ketinggalan pula, sang raja hutan singa dengan taringnya yang siap menerkam terpajang dengan baik di salah satu sudut ruangan.
Selain koleksi satwa mati yang telah diawetkan, para siswa juga diajak berjalan-jalan untuk menyaksikan satwa hidup secara langsung,  seperti ular, buaya, kura-kura, musang dan ikan.  “Bu, tadi aku memegang ular piton, lucu bu, lidahnya menjilat-jilat.” Kata Rifa salah seorang siswa kelas 3C. Akhirnya tak terasa, waktu pun sudah menunjukkan pukul 10.15. Pak Bisri Mustofa salah satu koordinator kunjungan wisata meniup peluit dan bertanda bahwa para siswa harus segera berkumpul untuk kembali ke sekolah. Padahal mereka masih terlihat asyik bermain di halaman musium,  yang makan, minum, duduk-duduk sambil menikmati udara yang sejuk. Tak lama kemudian, mereka pun  segera kembali ke armada masing-masing dan melanjutkan perjalanan menuju sekolah SD Islam Sabilillah.
Untuk mengajak anak mengenal lebih jauh tentang dunia hewan tidaklah mudah. Pemberian materi di kelas sebagai bahan ajar saja, tidaklah cukup untuk menggugah kesadaran mereka akan pentingnya peran hewan dalam kehidupan. Namun paling tidak, dengan kegiatan kunjungan belajar ini, adalah salah satu upaya yang dapat digunakan untuk menarik perhatian anak mengetahui dunia hewan lebih jauh lagi. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi siswa maupun kita semua. Amin........... (Tim Tematik Kelas 3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar