Jumat, 12 April 2013
Menciptakan Proses Pembelajaran Menarik dan Menyenangkan
Oleh: Imroatul Mufidah, S. Pd
“…wah tidak asyik nih guru…, membosankan…,…bikin ngantuk,..kalau menerangkan tidak jelas,…ceramah terus tiap hari, mending aku baca komik aja deh…”
Sering terucap dari mulut siswa komentar tentang guru dengan metode pembelajaran yang dianggap siswa membosankan. Siswa yang merasa bosan akan melakukan aktivitas-aktivitas lain di luar kontrol guru. Karena mereka merasa percuma, dengan mendengarkan ataupun tidak, mereka tetap tidak paham, sehingga mereka melakukan hal-hal yang membuat mereka tidak bosan. Prihatin sekali melihat siswa-siswa kita! Selama jam pelajaran di sekolah, mereka sibuk mencatat ringkasan materi pelajaran atau mengerjakan LKS berupa lembar tumpukan soal-soal yang diberikan guru. Mereka mencatat ringkasan-ringkasan atau mengerjakan soal-soal yang ada pada LKS itu tanpa mengerti tujuan dari yang ia kerjakan itu. Di rumah, mereka menghafal ringkasan-ringkasan itu untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan. Karena banyaknya ringkasan tersebut, para siswa tiap hari harus menghafal begitu banyak. Karena banyak sekali tugas menghafal yang harus dilakukannya, para siswa menjadi tidak punya waktu untuk membaca. Jangankan membaca, untuk bermainpun mereka tidak sempat, mereka harus menghafal dan menghafal.
Menghafal buta tanpa mengerti arti yang dihafalkan atau mengerjakan soal-soal yang ada pada LKS tanpa mengerti yang ia kerjakan, maka membuat mereka cepat bosan. Akibatnya siswa menjadi tidak berminat untuk mengetahui lebih lanjut. Sehingga mereka akhirnya sungkan untuk belajar dan malas untuk membaca. Padahal minat belajar dan membaca timbul apabila siswa mempunyai minat untuk mengetahui lebih lanjut. Akibat lain dari menghafal buta, siswa menjadi tidak kreatif.
Siswa giat belajar, siswa gemar membaca, dan siswa yang kreatif merupakan keinginan kita sebagai guru, hari ini dan di masa depan. Karena siswa seperti itulah yang akan menjadi calon manusia unggul yang menguasai zaman di abad era globalisasi .
Sekarang “apa yang kita lakukan sebagai guru untuk Mewujudkan keinginan tersebut?” Jawabnya adalah “Menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan
Menyenangkan.” Sehingga menjadikan siswa belajar sangat antusias dan penuh semangat, mereka dapat mencapai kompetensi baik dari aspek pemahaman maupun kerja ilmiah.
Ada korelasi positif antara guru yang menyenangkan dengan hasil belajar siswa. Jika seseorang senang dan serius menerima pelajaran yang disampaikan oleh seorang guru, maka potensi untuk menyerap materi-materi itu lebih besar ketimbang dari guru yang tidak disukainya. Dahulu ketika kita menjadi muridpun, tentu kita pernah mengeluhkan hal serupa. Secara sadar dan tak sadar sekarang kita menjadi guru. Sekarang giliran kita yang akan menerima komentar-komentar negatif tersebut jika pembelajaran yang kita sajikan kurang menarik bagi mereka. Dan tentunya kita tidak ingin dicap sebagai guru yang “membosankan dan monoton”.
Bagaimana agar proses belajar mengajar itu menyenangkan ?
Untuk mencipatakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan diperlukan ketrampilan yang harus dimilki oleh seorang guru. Ketrampilan mengajar merupakan kompetensi profesional yang cukup kompleks, sebagai integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh. Salah satu dari keterampilan yang harus dimiliki oleh guru adalah variasi metode pembelajaran seperti : gaya mengajar, penggunaan media dan sumber belajar, pola interaksi, serta variasi dalam kegiatan pembelajaran.
Pertama , proses belajar harus selaras dengan tahap kemampuan siswa. Jika pelajaran terlalu mudah, siswa akan menjadi bosan. Jika pelajaran itu terlalu sukar, siswa akan menjadi patah semangat. Jadi harus ada penyesuaian dengan kemampuan siswa dan tingkat kesukaran belajar.
Kedua , materi pelajaran harus dijadikan masalah. Tanpa adanya masalah, siswa tidak terdorong untuk terlibat belajar secara aktif. Siswa hanya terpaksa menelan informasi dan menghafal saja. Cara belajar dengan memecahkan masalah terwujud paling baik melalui proses tanya jawab. Kelebihan belajar melalui tanya jawab adalah :
a. Dengan pertanyaan, siswa didorong untuk berfikir.
b. Siswa mempelajari cara menyelesaikan masalah.
c. Tujuan pelajaran cepat dicapai sebab jalan berfikir
dibimbing dengan pertanyaan-pertanyaan.
d. Siswa belajar secara aktif, sebab mereka harus
berfikir untuk menjawab pertanyaan.
e. Siswa merasa dituntut untuk belajar secara teratur,
sebab jika tidak, ia tidak dapat menjawab pertanyaan
dan tidak dapat maju ke tahap berikutnya.
f. Setiap waktu siswa mengetahui tingkat kemajuannya. Jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan,
ia harus kembali ke pertanyaan pada tingkat yang lebih rendah.
g. Siswa berfikir secara teratur.
Ketiga, Siswa harus mengalami bahwa belajar adalah proses yang tidak sukar. Ini terwujud jika pelajaran-pelajaran tersusun atas tahapan-tahapan kecil yang dapat terjangkau siswa. Setiap tahapan selalu berkaitan dengan tahapan lain (berkesinambungan), dan maju selangkah demi selangkah sesuai dengan pencapaian siswa. Pada setiap tahapan pelajaran, siswa harus dilatih memecahkan persoalan (sebut saja soal) yang berbeda/bervariasi. Tingkat kesukaran juga harus naik selangkah demi selangkah, mulai dari yang termudah hingga pada yang sukar. Sehingga siswa akan mengerti makna tentang mata pelajaran.
Keempat, siswa harus mengalami bahwa proses belajar itu mencakup hal-hal yang menarik perhatiannya, yaitu yang membangkitkan rasa takjub, heran, dan rasa ingin tahu. Melalui pertanyaan-pertanyaan yang tepat, siswa menemukan hal-hal yang menarik dalam kejadian sehari-hari yang nampak “biasa” menjadi luar biasa. Sebaliknya, siswa juga berkenalan dengan kejadian-kejadian yang memang menakjubkan.
Kelima, siswa harus mengalami bahwa apa yang ia pelajari dapat diterapkan. Memang, sasaran pembelajaran dikatakan tercapai /berhasil jika apa yang dipelajari diterapakan (diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari) sedangkan sesuatu yang tidak dipahami so pasti tidak bisa digunakan,. Salah satu contoh adalah pembelajaran yang sudah diterapkan di sekolah SD Islam Sabilillah Malang, guru sedikit banyak sudah berupaya untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.
Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai bahan refleksi diri bagi kita sebagai guru yang ingin menjadikan proses pembelajaran sebagai kegiatan yang menyenangkan bagi siswa-siswanya. Sehingga tujuan Pembelajaran yang diharapkan dapat dicapai
Uraian yang ada dalam tulisan ini hanya merupakan sebagian kecil usaha penulis selaku guru dalam upaya menciptakan langkah-langkah pembelajaran agar dapat menarik minat siswa untuk senang belajar.
Mudah-mudahan dengan tertariknya siswa untuk senang belajar, mutu dan kwalitas pendidikan pada era global di Indonesia akan lebih baik. Amiin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
saya jual CD RPP kurikulum 2013 revisi terbaru 2017 dengan harga yang murah, tersedia untuk tingkat SD/MI, SMP/MTS, MSA/SMK/MA , untuk pemesan bisa hubungi WhatsApp saya 089699837501 , Untuk harga bisa di tanyakan atau kunjungi website saya www.rpp2013revisiterbaru.com | RPP Kurikulum 2013 Revisi Terbaru
BalasHapus