| belajar bekerjasam |
Oleh:
Imroatul Mufidah, S.Pd.
Akhir-akhir ini kurikulum 2013 menjadi
suatu bahan perbincangan yang sangat menarik, terutama di kalangan pendidik
(guru). Mereka banyak yang kurang setuju dengan pemerintah yang akan
mengembangkan kurikulum 2013. Saya telah membaca salah satu media massa yang
tengah membahas banyaknya kritik dan serangan terhadap Kurikulum 2013. Pada kenyataannya
banyak sekali pro dan kontra mengenai akan diterbitkannya kurikulum 2013. Akan
tetapi hal itu ternyata tidak menyurutkan langkah pemerintah. Karena terbukti
Kurikulum 2013 akan tetap dilaksanakan pada pertengahan Juli nanti dengan
pendekatan terbatas dan bertahap.
Menurut saya, banyaknya berbagai pendapat pro dan
kontra tentang kurikulum 2013 itu wajar-wajar saja. Kurikulum 2013 dikembangkan tentunya untuk
meningkatkan capaian pendidikan. Tergantung bagaimana persiapan kita dalam
menyonsongsong Kurikulum 2013 ini, yang nantinya akan berdampak
pada berbagai upaya persiapan yang harus dilakukan berbagai pihak, antara lain:
tersusun dan disahkannya naskah penyempurnaan kurikulum yang utuh, sosialisasi
naskah kurikulum yang sudah disahkan, kesiapan dinas pendidikan daerah
menyongsong kurikulum 2013, kesiapan kepala sekolah dalam mengelola
penyelenggaraan pendidikan dalam satuan pendidikan, kesiapan guru mata
pelajaran dalam melaksanakan pembelajaran yang mendidik, kesiapan guru
bimbingan dan konseling yang memandirikan, dan kesiapan Lembaga Pendidikan
Tenaga Kependidikan (LPTK) menyiapkan lulusan siap melaksanakan tugas Kurikulum
2013.
Kurikulum 2013
dikembangkan untuk meningkatkan capaian pendidikan dengan 2 (dua) strategi
utama yaitu peningkatan efektifitas pembelajaran pada satuan pendidikan dan
penambahan waktu pembelajaran di sekolah. Efektifitas pembelajaran dicapai
melalui 3 tahapan yaitu efektifitas Interaksi, efektifitas pemahaman, dan
efektifitas penyerapan.
Pertama, Efektifitas
Interaksi akan tercipta dengan adanya harmonisasi Iklim akademik dan budaya
sekolah . Iklim dan budaya sekolah sangat kental dipengaruhi oleh manajemen dan
kepemimpinan dari kepala sekolah dan jajarannya. Efektifitas Interaksi dapat
terjaga apabila kesinambungan manajemen dan kepemimpinan pada satuan
pendidikan. Tantangan saat ini adalah sering dijumpai pergantian manajemen dan
kepemimpinan sekolah secara cepat sebagai efek adanya otonomi pendidikan yang
sangat dipengaruhi oleh politik daerah.
Kedua, Efektifitas
pemahaman menjadi bagian penting dalam pencapaian efektifitas pembelajaran.
Efektifitas tersebut dapat tercapai apabila pembelajaran yang mengedepankan
pengalaman personal siswa melalui observasi (Menyimak, Melihat, Membaca,
Mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, mengkomunikasikan. Oleh
karena itu Penilaian berdasarkan proses dan hasil pekerjaan serta
kemampuan menilai sendiri.
Ketiga, Efektifitas
Penyerapan dapat tercipta mana kala adanya kesinambungan pembelajaran secara
horisontal dan vertikal. Kesinambungan pembelajaran secara horizontal bermakna
adanya kesimbungan mata pelajaran dari kelas I sampai dengan kelas VI pada
tingkat SD, kelas VII sampai dengan IX pada tingkat SMP dan kelas X sampai
dengan kelas XII. Selanjutnya kesinambungan pembelajaran vertikal bermakna
adanya kesinambungan antara mata pelajaran pada tingkat SD, SMP, sampai dengan
SMA/SMK.
Sinergitas dari
ketiga efektifitas pembelajaran tersebut akan menghasilkan sebuah transfomasi
nilai yang bersifat universal, nasional dengan tetap menghayati kearifan lokal
yang berkembang dalam masyarakat Indonesia yang berkarakter mulia.
Selanjutnya, penerapan kurikulum 2013
diimplementasikan adanya penambahan jam pelajaran. Hal tersebut sebagai akibat
dari adanya perubahan proses pembelajaran yang semula dari siswa diberi tahu
menjadi siswa mencari tahu. Selain itu, akan merubah pula proses penilaian yang
semula dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output.
Oleh karena itu, dalam mengimplementasikan
kurikulum 2013 tersebut, yang jauh lebih penting adalah kita yang berperan
sebagai seorang pendidik. Guru merupakan ujung tombak terdepan dalam
pelaksanakan kurikulum. Oleh karena itu betapa pentingnya kesiapan guru dalam
mengimplementasikan kurikulum itu selain kompetensi, komitmen dan tanggung
jawabnya serta kesejahteraannya yang harus terjaga,” Kompetensi guru bukan saja
menguasai apa yang harus dibelajarkan, tetapi bagaimana membelajarkan siswa
yang menantang, menyenangkan, memotivasi, menginspirasi dan memberi ruang
kepada siswa untuk melakukan keterampilan proses yaitu mengobservasi, bertanya,
mencari tahu, dan merefleksi.
Kurikulum penting, tetapi yang tak kalah
pentingnya juga adalah bagaimana strategi membelajarkan dan spiritnya. Dengan
strategi pembelajaran yang tepat dalam mengimplementasikan kurikulum disertai
dengan spirit pendidikan yang selalu menggelora pada setiap guru atau pendidik
dan peserta didik, maka proses pendidikan itu sendiri tidak terlepas dari
rohnya.
Sumber:
Hamalik, Oemar. 2013. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Semoga bermanfaat
BalasHapussaya jual CD RPP kurikulum 2013 revisi terbaru 2017 dengan harga yang murah, tersedia untuk tingkat SD/MI, SMP/MTS, MSA/SMK/MA , untuk pemesan bisa hubungi WhatsApp saya 089699837501 , Untuk harga bisa di tanyakan atau kunjungi website saya www.rpp2013revisiterbaru.com | RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017
BalasHapus